Skip to main content

Apa sih Capsula Mundi ?

Umumnya orang yang sudah meninggal disemayamkan di makam/kuburan dengan nisan di atasnya sebagai penanda. Akan tetapi, pemakaman yang umumnya ada biasanya terbuat dari batu nisan yang tentu saja bisa mengurangi luas dari daerah resapan air. Mengingat bumi kita ini sudah mulai krisis akibat pemanasan global, maka perlu diupayakan sebuah teknologi ramah lingkungan. Nah, saat ini Italia sedang mengembangkan sebuah teknologi terbaru untuk merubah wilayah pemakaman menjadi wilayah pemakaman hijau yang diberi nama green cemetry capsula mundi.
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL5@www.mbahpaijan.com
Jadi capsula mundi ini merupakan peti mati yang berbentuk kapsul dimana nanti kapsul tersebut “ditanam” di dalam tanah sama seperti peti mati biasanya, namun setelah itu tepat diatas kapsul tersebut ditanami pohon, sehingga nanti ketika pohon tersebut tumbuh, akar pohon tersebut akan menembus kapsul tersebut dan mengambil nutrisi dari jasad manusia yang telah mati di dalamnya.
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL4@www.mbahpaijan.com
Jasad tubuh manusia di dalam kapsul tersebut diposisikan seperti janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung, atau lebih tepatnya lagi bisa diliat di gambar berikut:
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL2@www.mbahpaijan.comTEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL3@www.mbahpaijan.com
Tentu saja dari posisi jasad seperti di atas itu tidak akan memakan banyak tempat nantinya gan dan bahan dasar dari kapsul tersebut terbuat dari starch plastic.
Sedikit penjelasan tentang starch plastic,
starch plastic merupakan plastik yang terbuat dari bahan-bahan biomassa, seperti lemak dan minyak dari sayuran, tepung jagung, tepung kanji, Jadi sudah pasti dijamin ramah lingkungan banget kapsul ini dibanding dengan peti mati yang biasa digunakan untuk pemakaman yang terbuat dari kayu yang tentu saja harus menebang pohon terlebih dahulu untuk mendapat kayunya, setelah kayu didapatkan kemudian kayu tersebut akan dilapisi dengan timah agar jadi lebih kuat.
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL7@www.mbahpaijan.com
Berikut outline dari proses pemakaman Capsula Mundi ini:
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL6@www.mbahpaijan.com
Pertama-tama, dibuat dulu kapsulnya (peti mati), setelah itu diisi dengan jasad orang yang telah meninggal, nah jasad tersebut diposisikan seperti yang telah dijelaskan diatas tadi, lalu kapsul yang udah diisi jasad manusia itu dikubur di tanah, setelah kapsul dikubur, tepat di atas kapsul tersebut ditanam pohon yang nantinya akar pohon tersebut akan menembus kapsul dan menyerap nutrisi dari jasad orang tersebut seperti gambar di atas, kemudian jadilah pemakaman berbentuk pohon.
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL1@www.mbahpaijan.com
Bisa dibilang juga pohon itu merupakan bentuk kehidupan baru yang lahir dari jasad orang yang telah meninggal tersebut, ibaratnya seperti “reinkarnasi” gitu deh hehehe
Hasilnya nanti pemakamannya bakalan seperti ini:
TEKNOLOGI-BARU-POHON-POHON-TEMPAT-ORANG-MENINGGAL@www.mbahpaijan.com
Jadilah pemakaman pohon atau pemakaman hutan.
Tentunya kita bisa merasakan orang yang sudah meninggal tersebut terasa seperti masih ada, hanya memang dalam bentuk pohon. Nah jasad orang tersebut masih bisa bermanfaat bagi lingkungan kan, walaupun orang tersebut sudah meninggal.
Terima kasih, semoga bermanfaat...

Comments

Popular posts from this blog

Museum of Islamic Art Doha : Qatar Architecture

Doha 2008 Design: I M Pei The Museum of Islamic Art appears to float above the waters of the Arabian Gulf: Courtesy of the Museum of Islamic Art MUSEUM OF ISLAMIC ART OPENS IN QATAR IN ICONIC I.M. PEI-DESIGNED LANDMARK BUILDING photo : HG Esch Inaugural Exhibition Celebrates Cultural Diversity and Complexity of Islamic Art Doha The Museum of Islamic Art’s main building entrance façade through the palm tree alley: Courtesy of the Museum of Islamic Art The Museum of Islamic Art, a new cultural icon for the Gulf region, opened its doors to the public on December 1, 2008. Dedicated to reflecting the full vitality, complexity and diversity of the arts of the Islamic world, the Museum of Islamic Art will collect, preserve, study and exhibit masterpieces spanning three continents from the 7th to the 19th century. Under the leadership of Her Excellency Sheikha Al Mayassa bint Hamad bin Khalifa Al-Thani, Chairperson of the Qatar Museums Authority’s Board of Trustees, t...

BIOGRAFI SINGKAT SUHUD SASTRO KUSUMO

Haloo guys, kali ini saya akan update tentang biografi lagi nih. Kalian mungkin saja tak asing lagi dengan tokoh ini. Beliau adalah pencari tiang saat detik detik akan adanya pembacaan proklamasi Indonesia di rumah Soekarno. Let's check it Out !! Salah satu momen penting peristiwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, selain pembacaan proklamasi adalah penggibaran bendera merah putih. Salah satu pelaku sejarah pengibaran bendera merah putih adalah Soehoed (baca: Suhud) disamping Latif Hendraningrat. Bernama lengkap Suhud Sastro Kusumo fotonya tampak jelas bercelana pendek saat peristiwa itu. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara RI Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M.Hum menulis peristiwa tersebut dalam tulisan berjudul “Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945” : “Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua mete...
J.K.Rowling Biography “There’s always room for a story that can transport people to another place. “ – J.K.Rowling [1] Short Biography J K Rowling J.K Rowling was born in Chipping Sodury, July 31st 1965. Her childhood was generally happy, although she does remember getting teased because of her name, “Rowling” – She recalls often getting called “Rowling pin” by her less than ingenious school friends. J.K. Rowling says she never really warmed to her own name, although, she does remember having a fondness for the name Potter from quite an early age. J.K.Rowling studied at St Michael’s Primary School in Gloucestershire, before moving to Chepstow, South Wales at the age of nine. From an early age, J.K. Rowling had an ambition to be a writer. She often tried her hand at writing, although little came from her early efforts. Aged six she wrote a book about a rabbit with measles. After her mother praised her effort. Rowling replied ‘well get it published then.’ She ad...