Skip to main content

Posts

The Louvre Museum in Paris, France

Don't miss the world-famous Mona Lisa, Delacroix's Liberty Leading the People and Venus de Milo at the iconic Louvre Museum The Louvre Museum is unquestionably one of the finest art galleries in the world. Home to hundreds of thousands of classic and modern masterpieces, the Louvre is the icing on the cake of French culture and a testament to European art history – it’s not surprising that it’s also the most visited art gallery in the world! Tours depart every 30 minutes between April-September, and every hour October- March and tours last for 60 minutes. Highlights: Classic works of art from Mona Lisa to Venus de Milo Around 380,000 objects from pre-history to the 21st century with 35,000 works of art over 8 departments Fronts onto the gorgeous landscaped Tuileries Gardens Did you know: The Louvre was originally built as a fortress in 1190, but later reconstructed to be a royal palace in the 16th century before the monarchy moved out to Château de Versaill...

Apa sih Capsula Mundi ?

Umumnya orang yang sudah meninggal disemayamkan di makam/kuburan dengan nisan di atasnya sebagai penanda. Akan tetapi, pemakaman yang umumnya ada biasanya terbuat dari batu nisan yang tentu saja bisa mengurangi luas dari daerah resapan air. Mengingat bumi kita ini sudah mulai krisis akibat pemanasan global, maka perlu diupayakan sebuah teknologi ramah lingkungan. Nah, saat ini Italia sedang mengembangkan sebuah teknologi terbaru untuk merubah wilayah pemakaman menjadi wilayah pemakaman hijau  yang diberi nama green cemetry capsula mundi. Jadi capsula mundi ini merupakan peti mati yang berbentuk kapsul dimana nanti kapsul tersebut “ditanam” di dalam tanah sama seperti peti mati biasanya, namun setelah itu tepat diatas kapsul tersebut ditanami pohon, sehingga nanti ketika pohon tersebut tumbuh, akar pohon tersebut akan menembus kapsul tersebut dan mengambil nutrisi dari jasad manusia yang telah mati di dalamnya. Jasad tubuh manusia di dalam kapsul tersebut diposisikan seperti...

Emang apa Efek Buruk Kecanduan Ponsel Pintar?

Di zaman modern saat ini, penggunaan teknologi canggih seperti ponsel pintar (smartphone) mulai menjadi kebutuhan primer. Bahkan sebagian besar orang merasa sulit untuk meninggalkan smartphone saat beraktivitas. Hal ini ternyata menjadi salah satu dampak buruk dari penggunaan smartphone. Dan jika seseorang setiap satu menit selalu mengecek isi ponsel tanpa tujuan yang jelas, bisa jadi ini menjadi tanda seseorang telah mengalami kecanduan smartphone hingga membutuhkan bantuan profesional untuk menyembuhkannya. Seperti diberitakan  Times of India , menurut para psikiater, otoritas medis di seluruh dunia sesungguhnya perlu secara resmi mengakui, kecanduan internet dan perangkat digital lainnya sebagai bagian dari gangguan kejiwaan. "Singapura menghabiskan rata-rata 38 menit untuk mengecek Facebook, hampir dua kali lebih lama dari orang Amerika," kata sebuah studi terbaru yang dilakukan Experian, perusahaan jasa informasi global. Menurut Adrian Wang, seorang psikiater d...

Taylor Swift akan Kolaborasi Bareng Kanye West?

t (0)  Enam tahun sejak  Kanye West  me nyerobot torpid Taylor Swift di ajang penghargaan VMAs 2009 lalu, kini dua musisi tersebut nampak tak ada masalah. Bahkan, seperti dilansir  Vanity Fair , baru-baru ini, keduanya dikabarkan akan berkolaborasi. "Ya, dia (Taylor Swift) akan kembali masuk studio. Artis manapun dengan pandangan bagus, penggemar banyak, akan saya ajak berkolaborasi. Saya tidak mendiskriminasi berdasarkan jumlah Grammy yang kau terima, atau berapa rating album mu dapat," ungkap Kanye West saat diwawancarai oleh Ryan Seacrest dalam acara radionya belum lama. "Saya rasa semua orang menyukai musik, entah hip hop, alternatif, country. Dan jika saya bisa terlibat memberikan pengaruh apapun di dalam studio, apakah kau Beyonce, Jay Z, apakah kau Beck, siapapun, selama cocok, aku mau," pungkas Kanye. Seperti kita tahu, Kanye West merebut mikrofon Taylor Swift yang sedang melakukan pidato ucapan terima kasih kar...

Taylor Swift Deklarasikan Cinta untuk Ed Sheeran di BRIT Awards

BRIT Awards 2015  menjadi momen bersejarah dalam hidup Taylor Swift. Untuk pertama kalinya, penyanyi berusia 25 tahun tersebut berhasil membawa pulang piala sebagai  Best International Female . Wajahnya pun tampak berseri-seri saat menyampaikan pidato kemenangannya. Taylor Swift merasa kemenangannya di BRIT Awards 2015 merupakan salah satu pencapaian terbesarnya. Di atas panggung ajang penghargaan musik pop bergengsi itu, Taylor Swift sedikit mengingat momen perjuangannya sebagai musisi. Semua ungkapan kebahagiaannya itu disaksikan seisi The O2 Arena, London. "Aku datang ke Inggris memulai penampilan perdanaku delapan tahun lalu dan ini adalah piala BRIT awards pertamaku, aku sangat senang," ujar Taylor Swift seperti dilansir dari laman  Entertainment Wise , Kamis (26/2/2015). Pelantun hits  Blank Space  ini pun juga mendeklarasikan cintanya untuk Ed Sheeran. Tetapi tunggu dulu, ungkapan perasaan Taylor Swift tersebut hanya sebatas persahabatannya den...
AKU  Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku  ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943
PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA Karya Taufik Ismail Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernyaDadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Ta...